You have searched the Berita Terbaru blog archives for Kesimpulan Dari Informasi Budaya Politik Indonesia. If you are unable to find anything in these search results, you can try with different search query


CLOSE
CLOSE

Kesimpulan Dari Informasi Budaya Politik Indonesia



MAKALAH DAMPAK TEKNOLOGI DAN INFORMASI PADA BIDANG POLITIK PEMERINTAHAN

DAMPAK TEKNOLOGI DAN INFORMASI PADA BIDANG POLITIK PEMERINTAHAN

Download Disini dalam Format pdf

Disusun Oleh:

Giri Prahasta Putra

1000231

Program Studi S-1 Ilmu Komputer

Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Pendidikan Indonesia

Bandung

2010

BAB I

Pendahuluan

A. Latar Belakang

Politik adalah kegiatan pengambilan keputusan kolektif untuk kepentingan bersama. Ditinjau dari makhluk sosial, jelaslah bahwa politik merupakan kebutuhan bagi setiap manusia. Dari sebuah keluarga kecil, keanggotaan kelas, hingga negara adalah sebuah kegiatan politik.

Untuk mencapai tujuan maka kegiatan politik memerlukan interaksi. Interaksi utama sebagai manusia modern adalah komunikasi. Dengan adanya teknologi informasi maka kegiatan komunikasi akan lebih mudah, cepat, dan efisien. Hal ini tentu akan memberi kontribusi besar bagi kegiatan politik.

Sayangnya di hingga saat ini kegiatan politik seringkali terbentur masalah untuk berhubungan seperti jauhnya jarak antara yang satu dengan yang lainnya, hingga kegiatan pengarsipan yang kacau dan rumit hingga perkembangan cita-cita suatu golongan terganggu akibat tercecernya sumber evaluasi. Padahal hakikat dari politik adalah hubungan antar manusia dengan kekuatan otoritas untuk mendapatkan satu tujuan, namun jika hubungan itu tidak dapat dilaksanakan maka sia-sia lah kegiatan politik tersebut.

B. Masalah

Sehubungan dengan latar belakang di atas, permasalahan dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

Bagaimana TIK dapat membantu perkembangan politik?
Bagaimana kegiatan politik di era modern ini?
Bagaimanakah kegiatan politik di masa depan?
C. Tujuan

Adapun tujuan dari dibuatnya makalah ini adalah

Menjelaskan hubungan TIK dan politik serta korelasinya dalam perkembangannya
Menunjukkan kegiatan politik di era modern yang menerapkan TIK dalam sistemnya secara simultan
Menunjukkan kegiatan politik di masa depan yang dapat menjadi harapan dan acuan bagi perbaikan kegiatan politik.
D. Metode Penulisan

Makalah ini dibuat dengan menggunakan metode pustaka dan pengamatan.

E. Kegunaan Karya Tulis

Diharapkan karya tulis ini berguna sebagai penunjang dalam literatur dan memperluas penjelasan tentang teknologi dan informasi serta pemanfaatannya dalam kegiatan politik

F. Sistematika Penulisan

Karya tulis ini tersusun dalam empat bab. Bab I memuat pendahuluan, yang berisi latar belakang masalah, permasalahan, tujuan, metode, kegunaan, dan sistematika penulisan. Bab II memberikan landasan teori topik karya tulis. Bab III menguraikan pembahasan. Bab IV merupakan penutup yang berisi kesimpulan dan saran.

BAB II

Landasan Teori

A. Teknologi Informasi

Teknologi Informasi adalah kegiatan mendapatkan, menyusun, memproses, menyimpan, memanipulasi data untuk diolah menjadi lebih berkualitas. Teknologi informasi adalah suatu objek proses dan bukan sebuah kegiatan baku. Disebut demikian karena Teknologi Informasi terus berkembang.

Sebenarnya teknologi Informasi sudah dimulai saat antar manusia bisa berinteraksi dengan yang lainnya, mulai dari berbicara hingga tulis menulis. Namun seiring dengan perkembangan zaman Teknologi Informasi beralih makna menjadi kegiatan dengan hubungan digital. Kegiatan ini menggunakan gabungan antara teknologi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).

B. Jejaring Sosial

Jejaring sosial adalah aplikasi web yang bertujuan menghubungkan kegiatan sosial di internet. Interaksi yang terjadi bisa berupa sekedar tegur sapa hingga berbagi pengalaman dengan video atau gambar.

Dalam perkembangannya jejaring sosial tidak hanya sekedar memberikan informasi namun juga sebagai wadah menampung aspirasi masyarakat. Dari beberapa contoh kejadian di Indonesia, seperti kasus Mba Prita yang dipenjara karena melaporkan kesalahan praktek di sebuah rumah sakit terkenal, masyarakat bergabung untuk saling membantu bahu membahu.

Didukung oleh media yang besar, kegiatan jejaring sosial menjadi sebuah kekuatan abstrak yang patut untuk ditakuti dan dihormati. Sayangnya dikarenakan kekuatannya yang besar untuk mempengaruhi menjadikannya terkadang kebablasan dalam menyampaikan informasi sehingga dapat ditemui informasi tidak akurat.

C. Politik

Politik, berasal dari bahasa Yunanti yaitu kata politikos yang artinya warga, adalah kegiatan manusia untuk saling berhubungan, berbagi tugas dan peran, untuk mendapatkan tujuan bersama. Menurut teori klasik Aristoteles politik adalah usaha yang ditempuh oleh warga negara untuk mendapatkan kebaikan bersama.

Pada awalnya kata politik digunakan untuk makna pemerintahan sipil, namun kini kegiatan politik meluas maknanya termasuk pada kegiatan korporat, akademik, dan institusi keagamaan.

Politik merupakan kekuatan untuk mengatur kelompok. Kekuatan yang tidak dipegang dan dikontrol secara bijak dapat menghancurkan tatanan sistem yang dipegang pada kelompok masyarakat. Di sisi lain, kekuatan politik yang bijak dapat membimbing kepada pembangunan yang dinamis. Dikarenakan bahaya dari kekuatan inilah maka kegiatan politik dipelajari lebih dalam. Pembelajaran politik diungkap secara detail di Sains Politik.

D. E-Government

E-Government adalah kegiatan pemerintahan yang menggunakan teknologi informasi sebagai alat pembantu utamanya. Kegiatan khas dari e-government adalah informasi yang terbuka bagi masyarakat, interaksi yang nyata dan realtime, dan adanya partisipasi aktif dari masyarakat dalam berkontribusi untuk pengembangan pemerintahan.

Kegiatan e-government masih belum ada yang sepenuhnya terjadi di dunia (2010), namun kegiatan untuk memulai strukturnya dan tahap uji coba sudah bertahap dilakukan.

Menurut 2010 e-Government Readiness Index dari Perserikatan Bangsa Bangsa baru ada 50 negara yang siap melakukan kegiatan e-government mulai dari 50% kegiatan.Tertinggi pertama adalah Korea Selatan, kedua Amerika Serikat, dan ketiga Kanada. Negara tetangga kita pun ada yang masuk ke dalam daftar, Singapura berada di urutan ke-11 dan Malaysia urutan ke-32, sedangkan Indonesia sendiri belum masuk dan dianggap belum siap.

BAB III

Pembahasan

A. Kegiatan politik dan problematikanya

Kegiatan politik identik dengan kegiatan kenegaraan yang ruwet dan tidak menyenangkan. Padahal, tanpa adanya politik maka sistem negara tidak bisa berjalan. Demokrasi tidak berkumandang. Suara rakyat tidak dapat direalisasikan. Generalisasi pandangan terhadap politik ini diakibatkan ketidaknyamanannya bagi masyarakat yang awam terhadap politik. Bagi

Anggota MPR menggunakan budayanya dan pandangannya sendiri dalam menghadapi masalah. Mayoritas masyarakat menggunakan pandangan awam untuk berpendapat. Dikarenakan tidak sinkronnya dalam menyampaikan pendapat antara wakil rakyat dengan rakyat menyebabkan pendapat yang diajukan wakil rakyat berbeda dengan yang diinginkan sesungguhnya.

Kacaunya sistem dan masih primitifnya kegiatan politik di era modern ini menjadikan kegiatan pembangunan menjadi terpuruk. Komunikasi yang terkesan satu arah membingungkan masyarakat untuk ikut berkontribusi kepada pemerintah. Padahal dituangkan di konstitusi bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat, namun dalam realisasinya minim. Bila tidak ditindaklanjuti maka rakyat dapat menjadi pasif dan sistem demokrasi tidak berjalan.

B. Kegiatan politik dengan dukungan teknologi informasi

Politik memerlukan keterampilan berkomunikasi agar tujuan utama dari hal yang sudah ditetapkan bersama dapat tercapai. Kegiatan komunikasi yang konvensional tidak gampang dan tidak efisien untuk dilakukan, apalagi jika kegiatan politik itu adalah sebuah negara yang mengurus ratusan juta penduduk dan harus disampaikan dengan cermat. Dari sinilah teknologi informasi digunakan untuk membantu menyatukan kegiatan politik.

Menurut pandangan David F. Andersen (1991), teknologi informasi modern mempengaruhi pemerintahan dan dengan juga politik dengan empat cara:

Teknologi yang baru akan mengubah rincian tahap-tahap operasi pemerintahan;
Teknologi secara halus mengubah hubungan antar pemimpin pilihan masyarakat dengan para pakar teknologi di pemerintahan;
Akan terjadi perubahan karakter pemerintahan sebagai sumber informasi bagi masyarakat;
Perkembangan teknologi akan mengubah tanggung jawab pemerintah sebagai pemilik informasi publik;
Dari pandangan tersebut maka masyarakat akan meminta kejelasan informasi, transparansi, kebebasan berpendapat, dan pengajuan saran. Hal ini merupakan pilar demokrasi yang utama. Permintaan masyarakat ini perlu difasilitasi dengan jejaring sosial yang luas antara masyarakat ke masyarakat dan masyarakat ke pejabat tinggi.

Teknologi informasi memberikan fasilitas jaringan sosial yang luas bagi kegiatan komunikasi antar pejabat negara dan masyarakat. Sebagai contoh realisasi kini sudah banyak negara-negara maju yang memulai penerapan kegiatan politik yang menggunakan teknologi informasi secara penuh untuk menghubungi antar departemen dan pemerintahan. Kegiatan ini disebut sebagai e-government. Bahkan seperti di negara Amerika presidennya berpidato seminggu sekali dan menjawab pertanyaan khusus dari dan kepada rakyatnya menggunakan aplikasi yang ada di internet.

Adapun fasilitas teknologi informasi yang digunakan dalam kegiatan politik di negara maju adalah sebagai berikut:

E-mail
E-mail adalah surat elektronik yang dikirimkan menggunakan jaringan antar komputer. Untuk negara yang sudah siap dengan e-government kegiatan surat-menyurat sudah di efesiensikan semaksimal mungkin menggunakan media elektronik. Berita yang disampaikan kepada sebuah instansi dan pejabat tertentu akan lebih mudah dan cepat dengan keamanan informasi yang tinggi. Selain itu penggunaan bertumpuk-tumpuk kertas dapat dikurangi dan mengurangi pengeluaran belanja.

Portal Pemerintahan
Portal adalah sebuah website khusus yang menyediakan tempat bagi divisi-divisi pemerintahan agar dapat diakses. Portal ini menyediakan tempat khusus bagi warga yang ingin mengetahui perkembangan dari kegiatan pemerintah. Portal ini juga memberikan tempat agar warga dapat berinteraksi dengan pejabat dan pelayanan masyarakat secara langsung.

Blogging
Blogging adalah kegiatan menulis informasi, baik berita maupun artikel, dan diletakkan di halaman yang dapat diakses. Bagi negara yang sudah menerapkan e-government maka kegiatan blogging adalah sebuah hal yang wajib dilaksanakan agar masyarakat dapat mengetahui kegiatan apa yang sedang dilakukan pemerintah. Dengan adanya blogging mendekatkan hubungan pemerintah ke masyarakat. Masyarakat dapat mengomentari apa yang pemerintah tulis. Dengan demikian demokrasi dapat terjalin dengan nyata dan pemerintah dapat segera mengevaluasi diri.

Video Streaming
Video streaming adalah fasilitas penaruhan video untuk dapat diakses. Kegiatan video streaming dapat dilaksanakan secara off-air, yaitu di rekam terlebih dahlu kemudian di unggah, atau secara on-air, yaitu saat itu juga objek yang di stream diakses.

Di beberapa negara maju pemimpin negara secara langsung memberikan pidato dan tanya jawab kepada masyarakat menggunakan video streaming melewati internet.

C. Keuntungan menggunakan teknologi informasi dalam politik

Kegiatan politik yang menggunakan teknologi informasi memiliki keuntungan yang sangat besar bagi pemerintahan.

Demokratisasi
Salah satu tujuan utama dalam penggunaan politik dibantu dengan teknologi informasi adalah adanya peranan besar masyarakat dalam pengembangan pemerintah. Dengan e-government maka hal ini bisa tercapai. Bayangkan saja jika ada anggota DPR yang dapat berinteraksi dengan rakyat yang telah memilihnya, kegiatan tanya jawab, melakukan voting, saran dan kritik akan dapat tersalurkan dengan cepat, langsung, dan nyaman. Ini membuat masyarakat lebih tanggap dan mendapatkan kemungkinan suaranya didengar secara mudah. Masyarakat yang dapat bercakap-cakap langsung dengan anggota DPR itu juga dapat melakukan review kenapa mereka memilih perwakilan mereka tersebut dan dapat menentukan pilihan untuk wakil mereka di masa depan.

Dampak ramah lingkungan
Dengan menggunakan teknologi informasi berarti informasi yang disampaikan kebanyakan menggunakan media digital. Surat menyurat yang mungkin pada awalnya dapat bertumpuk-tumpuk kini cukup dengan menggunakan e-mail sudah dapat dilaksanakan. Dengan demikian penggunaan kertas dapat dikurangi yang berarti penebangan pohon dapat berkurang.

Cepat, efisien, nyaman
Kegiatan komunikasi untuk keperluan politik dengan menggunakan teknologi informasi menyebabkan sampainya berita lebih cepat, dilakukan secara efisien, dan nyaman. Misalnya jika ada masyarakat yang ingin mengajukan pendapatnya ke wakil rakyat maka cukup dengan menggunakan e-mail surat dapat sampai dengan segera.

D. Dampak negatif politik yang menggunakan teknologi informasi

Walaupun penggunaan teknologi informasi dalam politik memberikan benefit yang sangat banyak, namun tetap ada kekurangannya.

Biaya
Walaupun politik yang menggunakan informasi dan teknologi dapat melakukan pengeluaran yang lebih sedikit daripada konvensional, namun sebelumnya untuk membuat infrastruktur dan teknisinya akan memiliki biaya yang sangat mahal.

Jangkauan akses
Harus diakui tidak semua orang melek terhadap teknologi. Bagi warga yang berada jauh di pedalaman akan susah untuk mengakses website, blog, atau video streaming tentang politik di Indonesia.

Transparansi
Pada beberapa negara maju, banyak yang meragukan berita-berita negara yang diterbitkan oleh negara sendiri. Alasannya karena yang menulis berita itu adalah negara dan penerbitnya adalah negara. Kecurigaan akan modifikasi berita dapat terjadi

Privasi
Sebuah badan politik seperti negara memerlukan tanggapan dari warganya. Jika negara terus meminta informasi maka privasi dari seseorang semakin sulit untuk dijaga. Ini akhirnya menjadi dilema, di sisi yang satu data dari masyarakat dihimpun untuk mengembangkan kegiatan negara namun di sisi yang lain negara pun harus menjunjung tinggi hak privasi warganya.

E. Solusi

Dalam membuat kegiatan politik menggunakan teknologi informasi menjadi nyaman maka dampak negatif yang ada harus sebisa mungkin diminimalisir. Adapun solusi yang dapat dirujuk dan dikembangkan adalah sebagai berikut:

Masyarakat diajarkan fungsi dan manfaat teknologi informasi. Perkembangannya yang semakin pesat akan harus selalu dikejar masyarakat agar dalam kegiatan politik dan teknologi informasi masyarakat dapat mengikuti. Tanpa adanya pemahaman akan teknologi informasi maka kegiatan e-government sendiri tidak akan berjalan.
Kegiatan-kegiatan negara sedini mungkin menunjukkan transparansi kepada masyarakat. Masyarakat yang dapat melihat kegiatan negara maka dapat menjadi semakin kritis dan memberikan solusi tepat guna. Kegiatan yang ditutup-tutupi oleh negara hanya akan memberikan rasa tidak percaya dari masyarakat.
Masyarakat diberikan pemahaman menyeluruh tentang etika dalam teknologi informasi agar dapat membentengi diri dalam penyalahgunaan privasi, baik itu dari orang lain maupun negara. Dengan demikian data-data yang tersalurkan adalah data yang memang dibutuhkan untuk pengembangan negara dan bukan data pribadi yang tidak berhak untuk disebarkan.

BAB IV

Penutup

A. Kesimpulan

Kegiatan politik menggunakan teknologi informasi sudah tidak dapat dipungkiri kini sedang berkembang. Untuk menjadikannya sebagai sebuah sistem yang berjalan dan riil haruslah didasari dengan kesiapan dan kesadaran akan partisipasi masyarakat. Sistem yang dibangun harus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat untuk memberikan tanggapan kepada pemerintah.

Dalam perkembangannya kini kegiatan politik bukanlah sebuah hal yang tertutup. Di dunia modern kegiatan politik yang terbuka lebih disambut hangat dan berkembang. Negara-negara seperti Korea Selatan, Amerika, dan Kanada yang mengembangkan sistem berpolitik menggunakan sistem teknologi informasi terbukti dapat berkembang pesat dan mendapat kesan positif di mata dunia.

B. Saran

Pemerintah dan pejabat pemerintah harus sadar akan perkembangan teknologi informasi dan pemanfaatannya pada dunia politik. Indonesia masih belum siap karena belum adanya kesadaran penuh bagi modernisasi pengembangan politik ini.

Kegiatan politik menggunakan teknologi informasi harus mulai diterapkan sejak dini. Pemerintah dan masyarakat harus bersifat terbuka dalam pengembangan negara agar makna dari demokrasi dapat dirasakan secara penuh kepada semua lapisan masyarakat. Generalisasi bahwa yang dapat memberikan perubahan dalam tatanan sistem adalah pejabat harus dihilangkan agar masyarakat dapat sadar bahwa demokrasi berada di tangan rakyat dan rakyat memiliki andil besar bagi negara.

Perkembangan teknologi harus disesuaikan dengan budaya dari negara agar penyatuannya dalam politik dapat dengan cepat direalisasikan. Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan menggunakan sumber daya lokal yang berkualitas untuk mengembangkan sistem. Hal ini memberikan manfaat lebih bagi perkembangan teknologi lokal agar terus belajar. Di sisi biaya dengan pemanfaatan tenaga lokal juga akan memberikan penghematan yang signifikan.

Daftar Pustaka

Politics, http://wikipedia.org/wiki/politics

E-government, http://en.wikipedia.org/wiki/E-government

Sutadi, Heru. 2008. Negara dunia ketiga dan teori kritis. http://herusutadi.blogdetik.com/2008/10/07/ict-negara-dunia-ketiga-dan-teori-kritis

Setiawan, Wawan. 2009. Pengantar Teknologi Informasi. Bandung: UPI Press